SHARE YOUR STORY IN THIS BLOG

SHARE YOUR STORY IN THIS BLOG

send your story to virgo_indri@yahoo.com
and i will read your story first and then i will publish it in my blog
enjoy the story in this blog
^_^

Minggu, 14 April 2013

Cinta Diam (kisah asli kehidupan)


     Seorang akhwat, sebut saja Nisa, serta seorang ikhwan, sebut saja Rizal. Kisah cinta diam mereka. Nisa memang sudah dekat dengan keluarga Rizal. Dekat bukan karena mereka mempunyai hubungan spesial. Kedekatan Nisa dengan keluarga Rizal karena adik Rizal memang berteman akrab dengan Nisa.

     Kedekatan antara keluarga Rizal dengan Nisa terjalin cukup lama. Nisa pun sering menginap di rumah Rizal. Sekali lagi karena Nisa memang dekat dengan adik Rizal. Orang tua Rizal pun sudah menganggap Nisa sebagai anak mereka sendiri.

     Suatu hari, umi mengajukan pertanyaan yang membuat Nisa tercengang. Beliau bertanya, “Nisa, ada rasa ga sama abang (Rizal)”. Nisa kaget mendengar pertanyaan umi. Nisa pun bingung menjawabnya karena selama ini belum pernah ia merasakan apa itu “rasa”. Setau Nisa, ia pernah merasakan yang namanya rasa seperti kagum, rasa suka ketika ia melihat orang lain bisa mengaji dengan suara merdu, suka dengan orang yang pintar dll. Rasa suka itu ia sebut dengan “kagum”. Selama ini hanya rasa itu yang ia ketahui.

     Dengan tenang Nisa menjawab, “mungkin hanya kagum”. Ia takut jika ia menjawab “iya” keluarga tersebut akan menjaga jarak dengannya, oleh karena itu ia menjawab “tidak”. Ia tidak ingin keluarga tersebut menjaga jarak, bila memang harus ada jarak, biar ia yang pergi, begitu fikirnya.

     Beberapa bulan setelah itu, adik Rizal memberitahukan bahwa Rizal akan menikah. “glomprang” mungkin itu yang akan terdengar jika hati seorang manusia jatuh dan hancur berkeping-keping. Ada apa ini, mengapa hatinya begitu remuk redam mendengar kabar yang seharusnya membuatnya senang. Di saat itu baru tersadar, mungkin inilah “rasa cinta”.

     Selang beberapa hari, umi bicara kepada Nisa, umi menjelaskan ketika umi menanyakan perasaan Nisa kepada Rizal, seorang teman Rizal mengenalkannya dengan akhwat lain. Akan tetapi Rizal mempunyai “rasa” kepada Nisa, oleh karena itu umi menanyakan kepada Nisa apakah ia mempunyai rasa terhadap Rizal. Karena Nisa menjawab “tidak” maka Rizal menerima perkenalan dengan akhwat yang dikenalkan oleh temannya.

     Cinta diam mereka memang tak bersatu di dunia. Jangan lihat akhir kisah mereka sebagai sad ending tp lihatlah bagaimana dua insan manusia tersebut menjaga izzah-nya dengan mencintai dalam diam. Biarkan “rasa” itu tersimpan rapi di dalam kalbu hingga halal menjadikannya layak untuk diungkapkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar